Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

5 Kebiasaan Buruk Para Pengusaha Baru

Terdapat beberapa kebiasaan buruk para pengusaha yang baru memulai bisnis:
1. Mengambil proyek terlalu banyak
Semangat yang sangat berlebihan bisa menjadi kelemahan bagi para pembisnis baru, tapi disisi lain juga kekuatan. Pada saat seorang pembisnis tidak bisa fokus pada satu tugas dalam waktu 5 menit, maka pekerjaan yang dihasilkan akan menjadi tidak maksimal. Untuk mengatasinya adalah dengan menentukan prioritas dari pekerjaan yang menumpuk.

2. Tidak menghiraukan keseimbangan antara kerja dan pekerjaan
Pengusaha yang sudah berpengalaman pasti menyadari pentingnya keseimbangan hidup. Karena bekerja terlalu berlebihan akan menyebabkan stress. Pengusaha baru yang bekerja dirumah mungkin pada saat awal bisa menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan rumah, tapi seiring dengan berkembangnya bisnis, kehidupan rumah bisa tercampur aduk dengan urusan bisnis, hal ini sangat berbahaya. Untuk mengatasinya adalah dengan pengaturan waktu sebaik mungkin.

3. Tidak mempunyai strategi
Permasalahan kadang muncul karena pengusaha mengambil terlalu banyak pekerjaan, yang pada akhirnya mempengaruhi kualitas kerja. Dibandingkan dengan mengambil strategi, pembisnis baru terkadang bekerja seperti “pemadam kebakaran” atau dengan kata lain menghadapi masalah yang muncul dengan reaksi yang berlebih, dibandingkan menyelesaikan masalah dengan strategi yang matang. Untuk mengatasi masalah ini cobalah untuk duduk sejenak untuk memikirkan strategi-strategi terbaik dalam menyelesaikan masalah yang timbul.

4. Bergantung pada kebiasaan
Memang sangat terasa nyaman untuk bergantung kepada orang-orang yang biasa menjadi penolong kita. Tapi jika pengusaha terlalu bergantung pada zona nyaman mereka, maka kreatifitas pun jadi terhambat. Anda jadi cenderung malas untuk menemukan inovasi-inovasi baru yang mungkin akan lebih berdampak hebat pada bisnis anda.

5. Tidak bisa menerima saran
Secara natural apabila kita sudah berhasil terhadap bisnis adalah rentan terhadap saran. Padahal tidak ada kesuksesan yang sempurna, pasti terdapat celah-celah kesalahan yang bisa menjadi kunci keretakan bisnis anda. Jika saran yang diberikan terhadap masalah bisnis anda tidak di perhatikan maka akan menumpuk dan sedikit demi sedikit akan menggerogoti bisnis anda.

10 Kesalahan Pebisnis Pemula

Banyak orang yang tertarik berwirausaha dan segera mencobanya. Namun akhirnya banyak yang tak bertahan lama dan jadi patah semangat. Karenanya sebagai pebisnis pemula perlu menghindari hal-hal di bawah ini :

1. Kaya ide, miskin keberanian. Resep sukses para pebisnis adalah tidak ragu dalam memulai ide usaha. Setelah cocok dengan satu ide usaha, maka lakukanlah. Jika ditunda maka kesempatan akan hilang. jangan khawatir soal keterampilan yang diperlukan. Jika ada niat, maka Anda akan terampil dalam usaha itu dengan sendirinya.

2. Kurang memiliki "modal" sebagai enterpreneur. Modal di sini menurut Purdi E. Chandra (pendiri lembaga bimbingan belajar Primagama) adalah berani mimpi, berani mencoba, berani merantau, berani sukses dan berani gagal. Kesuksesan dan kegagalan usaha adalah pelajaran berharga buat enterpreneur.

3. Tidak mengenali konsumen. Apakah kita sudah cukup mengenali pelanggan produk atau jasa kita? Pebisnis yang baik harus tahu apa keinginan konsumen saat ini dan mendatang, bagaimana pola beli dan bagaimana konsumen memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Dengan pengetahuan ini Anda bisa berinovasi dan membuat produk yang bersaing.

4. Tidak berani bermimpi besar. Anda memang bukan Bill Gates bos Microsoft itu, atau Michael Dell pendiri Dell Computer. Tapi Anda bisa bermimpi seperti mimpi mereka. Banyaklah membaca biografi pengusaha sukses untuk memotivasi bisnis Anda.


5. Bingung menentukan usaha yang akan dijalani. Anda bisa memulainya dari hobby. Steve Geppi seorang tukang pos di Amerika telah berhasil memiliki toko tempat menjual komik lama dengan harga tinggi. Ini semua karena hobinya membaca komik. Jika Anda kreatif bisa jadi Anda bisa menjual limbah kertas koran menjadi barang berharga yang bisa diekspor seperti Lucy Gani Wijaya dari Yogyakarta.

6. Tidak memiliki strategi rencana pemasaran dan penjualan. Dengan rencana pemasaran Anda dapat memfokuskan sasaran produk atau jasa yang ingin Anda jual. Sedangkan rencana penjualan adalah peta nyata mengenai gambaran dari mana hasil penjualan datang, bagaimana caranya dan dari siapa. Dengan strategi ini usaha jadi bisa dikendalikan sesuai tujuan kita.

7. Mencampuradukkan modal usaha dan keuntungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ingatlah, kita harus membuat kas keuangan yang cukup baik walau sifatnya mungkin masih sederhana. Jangan lantas menggunakan modal dan keuntungan hasil usaha untuk kebutuhan kita sehari-hari. jika Anda terpaksa mengambil dari kas, maka anggaplah itu pinjaman yang harus segera dilunasi.

8. Ingin cepat mengharapkan hasil. jangan berharap terlalu cepat untuk mengharapkan hasil dari usaha yang baru dirintis. Hasilnya mungkin baru dapat kita rasakan beberapa bulan yang akan datang.

9. Senang berbisnis sendiri. Jika Anda memiliki niat mulia untuk membuka lapangan pekerjaan, kenapa tidak berani membayar tenaga orang untuk mengerjakan sebagaian tanggung jawab Anda jika usaha Anda mulai berkembang? Hal ini menguntungkan karena Anda bisa memikirkan memperluas bidang usaha dengan ide-ide Anda yang lain tanpa terbebani secara teknis bisnis yang sudah Anda mulai lebih dulu.

10. Kurang sungguh-sungguh dalam berbisnis. Hasil yang Anda terima sepadan dengan usaha yang telah Anda berikan. Nah, jangan harap hasil yang Anda terima akan besar jika Anda mengerjakan bisnis Anda dengan setengah hati. Kesungguhan adalah salah satu kunci kesuksesan. (Ummi edisi spesial des-jan '04)

Pengusaha Vs Karyawan

Antara Pengusaha Vs Karyawan - Banyak diantara kita yang mendambakan ingin mempunyai usaha sendiri, karena walau bagaimanapun setiap orang selalu menginginkan sesuatu yang lebih. Namun masalah yang dihadapi sekarang ini adalah peluang untuk bisa membangun bisnis sendiri memang tidaklah mudah, bayangkan saja apabila kita menghitung-hitung untuk modal awal saja rasanya pikiran ini sudah membuat dompet kita kembang kempis. Belum lagi memikirkan cara membuat produknya, membangun marketnya dan lain-lain, sehingga tidak mengherankan apabila banyak diantara kita yang memilih menjadi karyawan saja, karena dengan menjadi karyawan setiap bulan pasti dapat gaji.

Berapa banyak orang tua yang mengarahkan anak-anaknya untuk menjadi pengusaha. Bandingkan dengan orang tua yang menyuruh anak-anaknya agar bercita-cita jadi pegawai. Melihat budaya masyarakat kita, memang sepertinya opsi kedua yang lebih banyak. Kebanyakan dari kita menginginkan anak-anak agar punya cita-cita dengan profesi-profesi yang dianggap lebih menjanjikan ketimbang jadi pengusaha.

Begitulah didikan kita sejak kecil. Pola berpikir (mindset) kita sudah terbiasa dengan bercita-cita untuk menjadi dokter, pilot, PNS, insinyur, dan profesi lainnya. Tapi jarang, bahkan dulu hampir tidak ada pendidikan yang mengarahkan kita untuk menjadi pengusaha. Paling-paling kita disuruh untuk menciptakan lapangan kerja. Tapi di sisi lain kita tidak pernah dibimbing untuk tahu bagaimana caranya menciptakan lapangan kerja.

Lulus sekolah atau lulus kuliah adalah ajang dimulainya menyebarkan surat lamaran. Ratusan lamaran pekerjaan dikirimkan ke berbagai perusahaan. Bahkan rela mendatangi satu demi satu perusahaan-perusahaan itu. Tak jarang yang mereka yang diusir security yang bosan menghadapi pertanyaan lowongan kerja. 

Maka dari itu, jalan terbaiknya memang dengan berani untuk melakukan terobosanatau membuka usaha sendiri. Karena dengan mempunyai usaha sendiri berarti kita mempunyai peluang untuk bisa meningkatkan pendapatan bulanan kita, walaupun memang dibutuhkan waktu dan usaha serta doa untuk menggapainya. Tetapi dapat dipastikan apabila dengan berusaha sendiri maka, kita akan memperoleh hasil yang sesuai dengan usaha yang kita lakukan.

Resiko bangkrut adalah salah satu faktor utama yang menyebabkan masyarakat usia produktif enggan memilih menjadi wirausaha. Bahkan tidak sedikit pula dari mereka yang beranggapan bahwa membuka usaha sendiri hanya mungkin dilakukan olehmereka yang terlahir dari keluarga kaya, yang bisa meminta modal seenaknya kepada orang tua. Padahal, untuk menjadi seorang wirausaha, anda tidak melulu harus punya uang/modal, bahkan hanya dengan modal ide gagasan kreatif dan inovatif pun anda sudah bisa menjadi seorang wirausaha dengan cara menjual ide anda, atau joint dengan orang yang mempunyai modal, atau meminta pinjaman dari pihak bank/penyandang dana dengan bunga rendah. Yang penting adalah kemauan, serta jangan malu untuk memulai sebuah usaha dari kecil. Bahkan seandainya usaha anda tetap kecil, buatnya 10 usaha kecil lainnya yang serupa, maka anda akan menerima keuntungan 10x lebih banyak.

Semua bidang usaha pasti memiliki resiko. Bahkan saat kita menjadi karyawan sekalipun ada resiko pemotongan gaji atau di pecat. Tapi apakah kemudian kita harus menyerah sebelum berperang? Jawabnya tidak. Resiko usaha bisa diminimalisir di-manage dan diprediksi sebelumnya melalui perencanaan yang matang. Selain itu, membuka usaha dengan cara patungan juga bisa meminimalisir resiko karena hutang-hutang perusahaan saat bangkrut akan ditanggung bersama-sama.

Lalu, apa bedanya Pengusaha dan Karyawan?

Ada karyawan yang bilang kalau menjadi pengusaha itu lebih enak. Penghasilan lebih besar, nggak terikat dan diatur-atur sama atasan. Tapi ada juga pengusaha yang berpikir kalau jadi karyawan itu lebih enak. Kalau jadi karyawan tidak perlu pusing memikirkan perusahaan, gaji pekerja, dan lain-lain. Lalu apa bedanya kalau begitu?

Jadi karyawan memang lebih enak kalau gajinya besar. Penghasilan tetap dan keamanan ekonomi keluarga terjamin. Itu kalau gajinya besar. Kalau gajinya kecil, tentu beda lagi. Jelas karyawan akan pusing juga. Belum lagi ditambah tekanan perusahaan agar bekerja lebih baik. Begitu pun kalau jadi pengusaha. Pengusaha tentunya akan sangat enak kalau usahanya maju dan stabil. Tapi pengusaha yang sering pontang-panting dan pailit, tentunya juga bisa membuat pusing.

Dari segi mental sendiri, kalau karyawan mentalnya selalu penuh dengan hitung-hitungan. Misalnya, karyawan baru akan kerja kalau digaji. Karyawan juga baru mau menjalani lembur kalau ada uang lembur. Semua perkerjaannya jadi tidak maksimal karena terbebani dengan gaji. Apalagi kalau gajinya kecil, yang ada karyawan jadi sering ngedumel ketimbang meningkatkan kualitas dan kuantitas kerja. Selain itu,karyawan sendiri umumnya miskin kreativitas dan inovasi, karena ruang lingkupnya dibatasi oleh posisi/jabatannya dalam perusahaan itu sendiri, atau bisa jadi karena sudah dipatron oleh pola perusahaan itu sendiri.

Kalau pengusaha mentalnya mental bebas. Tidak ada kontrol dan sistem yang bisa mengatur dirinya. Yang mengontrol dan mengatur dirinya, hanya dirinya sendiri. Pengusaha bekerja karena ia merasa memang harus kerja. Dia lembur karena memang dirinya harus lembur. Segala yang dia kerjakan dengan penuh kepuasaan dan kesenangan. Apapun yang dikerjakan orang dengan suka hati, maka hasilnya pun akan lebih maksimal daripada orang bekerja karena tekanan-tekanan.

Tapi memang mental kebanyakan orang ialah ingin cari aman. Tentu saja kalau mau cari aman harus dengan cara mendapatkan gaji yang tetap setiap bulan. Selain itu bisa menjalani masa tua dengan tenang karena mendapatkan uang pensiun. Tapi perlu diketahui kalau karyawan itu tidak bisa berkembang jauh. Kalau pun bisa berkembang, perkembangannya terbatas. Kalau pengusaha, ia bisa bebas berkreasi. Bisa berkembang dengan perkembangan yang tanpa batas.

Berikut beberapa point perbandingan antara Pengusaha Vs Karyawan :

Karyawan

1.Gaji tetap tiap bulan, bisa diharapkan.
2. Tinggal kerja saja tidak perlu banyak berpikir.
3.Bekerja penuh tuntutan dan tekanan.
4.Bekerja diawasi atasan.
5.Selalu ada resiko pemotongan gaji, PHK dan pensiun dini.

Pengusaha

1.Tidak memiliki gaji tetap, bahkan bisa tidak ada sama sekali.
2.Disamping bekerja ia harus berencana dan berpikir kreatif.
3.Bebas menentukan tujuan yang ingin dicapai.
4.Diri sendiri adalah atasan, bawahan. Dua dalam satu.
5.Tidak ada istilah pemotongan gaji, PHK atau pensiun.

Bagaimanapun, keputusan untuk menentukan langkah ada di tangan anda sendiri, apakah mau menjadi karyawan atau pengusaha. Menjadi karyawan demi mendapatkan pengalaman sah-sah saja. Namun, merintis usaha juga bukan hal yang mustahil asal dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Tips Menjadi Pengusaha Muda Sukses

Tips Menjadi Pengusaha Muda Sukses - Semua orang tentu ingin menjadi seorang yang sukses di dalam bidang apa saja yang sedang digelutinya. Dari sekian banyak orang yang punya keinginan itu, hanya sedikit yang mampu mewujudkannya. Berikut adalah 10 Tips Menjadi Pengusaha Muda Sukses yang sangat penting untuk di ketahui bagi mereka yang ingin sukses di dalam segala usaha mereka. Selamat membaca.

1. Awali Dengan Impian dan Imajinasi
Sebelum manusia bisa mendarat di bulan, tak pernah ada yang berfikir bahwa hal itu adalah sebuah kenyataan. Ide mendarat di bulan pada awalnya adalah sebuah mimpi indah yang tak akan pernah terwujud. Namun impian dan imajinasi itu akhirnya berubah menjadi kenyataan ketika seseorang telah membuktikannya dengan pendaratan manusia pertama kali ke bulan. Yang perlu diingat adalah segala sesuatu keberhasilan itu bermula dari impian dan keyakinan dengan didorong oleh kerja keras untuk mewujudkannya. Jika anda mempunyai impian untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses dan punya niat untuk mewujudkannya, maka segeralah bangun dari mimpi anda. Bekerja keraslah untuk segera merubah mimpi anda itu menjadi kenyataan. Hanya seorang pemimpi yang mampu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk, jasa ataupun ide yang bisa sukses. Mereka tidak mengenal kata tidak bisa atau tidak mampu.

2. Semangat dan Kegigihan

Antusiasme, semangat dan kegigihan adalah sebuah modal utama di dalam memulai sebuah perjuangan baru untuk mencapai keberhasilan. Bila anda loyo, tidak bersemangat dan dan bermalasan, yakinlah tidak lama lagi anda akan segera mengalami kegagalan total. Carilah motivasi usaha anda itu dengan mempelajari perjuangan pengusaha-pengusaha yang sukses pendahulu anda.

3. Mempunyai Pengetahuan Dasar-dasar Bisnis

Tanpa adanya pengetahuan dasar-dasar bisnis hanya akan membuat usaha anda seperti sebuah kelinci percobaan. Kemungkinan besar hanya akan banyak mengalami kegagalan. Tidak akan ada sukses tanpa sebuah pengetahuan. Yang terbaik adalah belajar sambil bekerja. Bekerja dengan orang lain dulu sebelum anda menjadi pebisnis sangat membantu anda menyerap ilmu dan pengalaman dan siap sukses.

4. Berani Mengambil Resiko

Setiap sesuatu yang kita usahakan tentu akan ada resikonya. Semakin besar hasil yang ingin dicapai, tentu kemungkinan resiko yang akan dialami apabila mengalami kegagalan juga besar. Orang yang berani mengambil resiko adalah calon orang yang sukses. Jangan takut akan kegagalan, tapi jadikanlah kegagalan itu sebagai batu loncatan menuju kesuksesan.

5. Kerja KerasHanya dengan bekerja keraslah sebuah usaha akan mengalami kemajuan dan kesuksesan. Bohong apabila ada yang mengatakan dia meraih keberhasilan yang gemilang hanya dengan duduk beberapa saat di tempat kerja seperti yang sering dikatakan pengiklan di internet. Sebenarnya awal mula mereka merintis usahanya itu adalah dengan kerja keras tanpa mengenal putus asa dan banyak berkorban waktu dan tenaga.

6. Mau Belajar Dari Pengalaman Orang Lain
Pepatah mengatakan: “Pengalaman adalah guru yang terbaik.” Seorang calon pengusaha yang sukses mau mengambil pengalaman dari orang lain dan dari dirinya sendiri. Apapun pengalaman seseorang itu baik kesuksesan atau kegagalan harus dijadikan suatu pelajaran yang berharga sebagai panduan dia dalam memulai usaha atau mengembangkan usahanya.

7. Bersedia Menerima kritikan dan Nasehat Dari Orang Lain
Sebagian orang menganggap bahwa kritikan yang ditujukan kepadanya itu adalah sebagai sebuah penghambat bagi kelangsungan usahanya. Akan tetapi bagi orang yang berfikir normal akan menjadikan kritikan atau bahkan nasehat dari orang lain itu sebagai gurunya yang membimbing dia ke arah sukses. Menerima kritikan berarti menyadari bahwa kita mempunyai kekurangan. Dengan mengetahui kekurangan yang ada pada kita maka kita bisa memperbaiki kekurangan itu. Berterimakasihlah kepada orang yang mau menegur dan mengkritik kita.

8. Menjalin Kerjasama Dengan Orang Lain
Betapapun pandainya seseorang itu, apabila dia bekerja sendiri maka perjuangannya itu hanya akan sia-sia belaka. Tidak ada seorang pebisnis pun yang mampu bekerja sendiri. Kerjasama dengan rekan, teman, mitra kerja dan klien sangat penting bagi perkembangan suatu bisnis. Merekalah yang akan memberi masukan, saran dan kritik dan membantu di saat-saat sulit. Seorang pebisnis harus mampu menjalin kerjasama dan bergaul untuk menjalin relasi bisnis dengan seluas-luasnya.

9. Berani Menghadapi Kegagalan
Jangan dikira para pebisnis yang telah mapan dan maju tidak pernah mengalami kegagalan. Bahkan mereka pun suatu waktu pernah mengalaminya. Hanya saja mereka tidak pernah putus asa dan terus berusaha sampai sukses. Orang yang takut gagal adalah orang yang pengecut yang tidak berani melakukan apapun dan kerjanya hanya menghayal saja.

10. Tidak Suka Menunda
Seperti kata pepapatah: “Time is money!” Oleh karena janganlah suka menunda-nunda suatu pekerjaan. Lakukanlah saat ini, sekarang juga selagi ada kesempatan. Menunda suatu pekerjaan berarti adalah suatu kerugian yang akan membuat anda menyesal.

Membangun Jiwa Usaha Dengan Berbisnis Franchise (Waralaba)

Peluang usaha franchise (waralaba) murah ternyata tidak kalah menjanjikannya dengan usaha franchise (waralaba) yang membutuhkan investasi yang lumayan besar, sukses tidaknya sebuah bisnis tergantung serius tidaknya kita menjalankan bisnis tersebut dan sudah menjadi kebiasaan masyarakat kita menganggap sepele nilai dari sesuatu yang baik pada produk maupun hal-hal yang lainnya bahwa yang murah hanya sebagai coba-coba atau iseng saja tanpa keseriusan padahal jika dijalankan dengan sungguh-sungguh hal yang murah bisa menghasilkan sesuatu yang besar juga.

Kesungguhan menjalankan peluang usaha franchise (waralaba) murah bisa menghasilkan kesuksesan juga. Banyak juga mereka yang memulai dengan berbisnis franchise (waralaba) yang memerlukan investasi besar namun akhirnya tutup ditengah jalan karena tergantung mental dan keseiusan dalam menjalankan bisnisnya, dengan membeli bisnis franchise murah kita bisa melatih sikap dan mental kita sebagai seorang entrepreneur mengapa demikian? jika sebelumnya kita adalah seorang pekerja yang pola pikir dan sikapnya hanya menunggu pendapatan dari gaji tiap bulan atau pasif dalam mencari peluang ketika terjun sebagai pebisnis franchise (waralaba) sikap mencari peluang lebih diutamakan dan seorang entrepreneur tidak pernah puas dengan apa yang didapat.

Ketika seseorang memasuki masa pensiun atau sudah tidak lagi sebagai pekerja maka akan terasa betapa selama itu banyak waktu yang terbuang dengan sia-sia dengan menggandalkan penghasilan yang biasa saja setiap bulannya walaupun semua tergantung posisi dan jabatan yang dipegangnya, tetapi kita tidak memiliki waktu yang banyak dan hal ini yang membuat banyak dari mereka yang mencoba keberuntungan dengan memulai berpikir kemana uang yang didapat diinvestasikan atau hanya didepositokan di Bank saja, perlu anda ketahui dengan menyimpan uang dibank apakah akan terus bertambah? mungkin uang anda aman tersimpan namun tanpa anda sadari nilai uang akan semakin susut tergilas oleh inflasi yang terjadi setiap saat.

Banyak cara orang menginvestasikan uangnya mulai dari deposito di Bank, membeli emas, surat berharga atau saham, membeli properti dan juga memulai untuk berbisnis semua mempunyai kelebihan dan kekurangan, sebagai contoh mungkin cara aman adalah mendepositokan uang kita di Bank dengan mengharapkan bunga depositonya setiap bulannya yang sekian persen tetapi kita tetaplah dibebankan biaya administrasi dan sebagainya dan yang tanpa kita sadari adalah bahaya inflasi yang selalu mengancam nilai uang yang akan terus berkurang, membeli emas mungkin lebih menjanjikan tetapi perlu memiliki tempat yang aman, membeli surat berharga tentu memiliki resiko yang cukup besar dan berbisnis mungkin lebih bisa kita andalkan tetapi memulai untuk berbisnis tidaklah mudah dan cara singkat untuk memulai berbisnis adalah membeli bisnis franchise (waralaba) dan peluang usaha franchise (waralaba) murah bisa menjadi pilihan yang tepat.

Selamat berbisnis franchise (waralaba)

Menemukan Bakat Terbaik Anda

Konon di sebuah sekolah pelatihan binatang pemula, seekor anjing kecil bangga dipuji setelah mampu meloncat tinggi menangkap tulang yang dilemparkan pelatihnya. Namun, ketika dia melihat burung dapat melayang lebih tinggi dari sebuah tebing, sang anjing merasa marah dan iri. Oleh karena tidak mau kalah, sang anjing pun nekat melakukan apa yang burung itu lakukan. Sayang, is lupa akan kodratnya bahwa selamanya anjing tidak dapat terbang.

Banyak orang yang menghabiskan waktu mereka untuk memperkuat kelemahan-kelemahan dalam diri mereka. Hal ini tidaklah efektif. Bukankah sebaiknya Anda mempergunakan waktu Anda sebaik-baiknya untuk memperkuat kekuatan Anda? Ketika kita di sekolah, jika pelajaran matematika kita bagus dan bahasa Inggris kita kurang, orangtua kita cenderung "memaksa" kita untuk lebih meluangkan waktu untuk pelajaran bahasa Inggris. Hal ini tidaklah salah, namun dalam kehidupan kita setelah sekolah, kita akan lebih efektif jika meluangkan waktu dengan memperkuat kekuatan kita.

John Maxwell, seorang pakar pengembangan diri, dengan sederhana memaparkan bahwa jika dalam skala 1-10, 1 artinya Anda lemah di bidang itu dan 10 artinya Anda sempurna dan brilian di bidang Anda. Jika Anda meraih 2 di bidang terlemah Anda, dan Anda berusaha sekuat tenaga memperbaikinya sehingga mendapat nilai 4, hal ini tetap di bawah angka rata-rata. Tidak ada perusahaan atau orang yang rela membayar untuk mereka yang rata-rata. Contoh, tidak ada orang yang rela antre untuk dapat makan di restoran yang biasa-biasa saja, tidak ada orang mau antre untuk penyanyi yang biasa-biasa saja. Namun, jika nilai kekuatan Anda saat ini adalah 7 dan Anda bekerja keras menaikkannya sehingga dapat meraih 9, akan banyak perusahaan dan orang yang berbondong-bondong mencari Anda. Orang tidak akan menjadi sukses jika hanya meniru orang lain untuk mengejar sesuatu yang bukan potensi terbaiknya dan malah melupakan apa yang ada pada dirinya. Tuhan tidak mungkin menciptakan seorang manusia tanpa maksud dan potensi. Sang Pencipta memberikan kepada setiap manusia ciptaan-Nya sebuah hadiah yang dibungkus rapi.

Namun sayangnya, banyak orang yang tidak membuka hadiah yang diberikan-Nya, malahan mereka mencari hadiah "lain" di luar sana. Kesuksesan hakiki adalah menemukan potensi terbaik dalam diri kita dan mampu memaksimal-optimalkan potensi din dalam menghadapi tantangan apa pun sehingga timbul kebaikan, baik bagi diri sendiri maupun orang-orang di sekitar.

Michael Jordan cukup menjadi pebasket top untuk dibilang sukses, tanpa harus menjadi presiden. Einstein pun cukup menjadi ilmuwan untuk dibilang sukses, tanpa harus menjadi pebasket. Saya tidak pernah melupakan nasihat dari pemilik perusahaan tempat saya bekerja, ia selalu mengingatkan, "Jika Anda yang terbaik, banyak orang akan datang mencari Anda, jika saat ini tidak banyak yang mencari Anda berarti Anda belum menjadi yang terbaik. Ingatlah, untuk selalu berusaha menjadi yang terbaik dalam pekerjaan Anda."

Jangan tanyakan pada diri Anda apa yang dibutuhkan dunia; bertanyalah apa yang membuat Anda "hidup" kemudian kerjakan. Karena yang dibutuhkan dunia adalah orang yang antusias.

Belajar Mencintai Diri Sendiri

Apa pun yang Anda rasakan tentang diri Anda saat ini, berikut ini lima langkah yang dapat Anda ambil untuk lebih mencintai diri Anda sendiri dan mengembangkan harga diri dan rasa percaya diri yang Anda butuhkan untuk mencapai sebuah kualitas hidup yang luar biasa.

1) Terima Diri Anda Apa Adanya
Sebelum Anda dapat mencintai diri Anda, pertama-tama Anda harus menerima diri Anda yang unik. Terima penampilan dan tubuh fisik Anda. Terima kepribadian dan karakter unik Anda. Terima suku dan peninggalan keluarga Anda. Terima keunggulan, juga kelemahan-kelemahan Anda. Jangan mengharapkan diri Anda sempurna. Tidak ada orang yang sempurna.

2) Terima dan Beri Pujian
Belajarlah untuk menerima pujian yang diberikan orang lain kepada Anda. Banyak orang Asia merasa sulit menerima pujian karena orang Asia percaya bahwa seseorang tidak boleh menonjolkan dirinya. Di dalam budaya Asia, sangat umum di mana seseorang yang menerima pujian membalas dan berkata, "Itu bukan apa-apa" dan "Saya cuma sedang beruntung". Sesekali kita bahkan merespons pujian dengan menunjukkan kesalahan-kesalahan kita dan hal-hal mana yang tidak berjalan baik.

Pujian adalah sebuah hadiah dan kita perlu menerima mereka dengan sepenuh hati, membalas dengan kalimat, "Terima kasih" dan memperkuat pikiran di benak kita bahwa kita telah melakukan pekerjaan yang bagus dan pantas menerima pujian itu. Selain itu, berikan juga pujian yang tulus kepada orang-orang di dalam hidup Anda. Saat Anda melatih diri Anda untuk melihat dan mengutarakan kebaikan orang llain, Anda akan melakukan hal yang sama pada diri Anda sendiri.

3) Buatlah sebuah Catatan Kesuksesan
Banyak orang cenderung berfokus dan mengingatkan diri mereka pada kesalahan-kesalahan dan kegagalan-kegagalan di masa lalu. Pada saat bersamaan mereka meremehkan kelebihan-kelebihan mereka dan melupakan pencapaian yang telah mereka miliki. Ini adalah resep untuk membuat diri Anda selalu terlihat buruk. Sebuah cara yang hebat untuk membesarkan harga diri Anda adalah dengan membuat catatan kesuksesan. Tulislah sebuah daftar pencapaian dan 'keberhasilan' pribadi Anda. Ingatlah bahwa tidak ada pujian yang terlalu kecil untuk ditulis.

4) Perlakukan Diri Anda dengan Baik
Perlakukan diri Anda seperti perlakuan Anda kepada orang yang paling Anda hormati, kagumi, dan cintai. Anda tidak akan berbohong dan melanggar janji kepada teman karib, bukan? Serupa dengan itu, jangan melanggar janji kepada diri Anda sendiri.

5) Puji, Cintai, dan Semangati Diri Anda
Sebagai manusia, kita semua ingin dicintai dan dihargai. Saat kita dipuji atas prestasi-prestasi kita, itu mendorong harga diri dan kepercayaan diri kita. Hal itu memberi kita pendorong emosi yang mengarahkan kita menuju lebih banyak kesuksesan.

Jadi, mengapa kita tidak menggunakan waktu kita untuk mencintai dan memuji dir Anda sendiri?

Berpikir Luas Kemudian Fokus

Sukses berarti menyempitkan dan memusatkan perhatian kita pada satu hal, tidak tercecer-cecer di seluruh permukaan peta. Tetapi tunggu dulu! (Muncullah penyangkalan). Jangan menentukan fokus Anda terlalu cepat. Di setiap awal apa pun -- karier, cita-cita, proyek -- kita justru perlu melakukan kebalikan dari fokus. Kita perlu berpikir luas.

Itulah mengapa mereka mendirikan sekolah-sekolah, sehingga kita bisa terekspos ke berbagai mata pelajaran yang berbeda, dan menemukan apa yang memikat hati kita. Dan, percaya atau tidak, mata pelajaran-mata pelajaran yang tampaknya tidak berguna tersebut nantinya akan datang lagi untuk membantu kita memusatkan perhatian pada satu hal. Bob Rogers, pendiri BRC Imagination Arts, berkata, "Di sekolah, kebanyakan orang bertanya, 'Apa sih gunanya pelajaran ini?' tetapi nantinya, semua akan bersinambungan. Hanya dengan meninjau kembali, Anda akan menemukan bahwa setiap hal yang kita pelajari itu berguna."

Adam Bly, pendiri majalah sains SEED, mengatakan bahwa berpikir luas sering merupakan saat ketika kita menanamkan benih-benih fokus kita untuk masa depan: "Pada awalnya, Anda harus berpikir secara luas, dan kemudian, biarkan diri Anda mengembara sebentar untuk mengetahui jalan yang terbaik untuk mencapai fokus, dan pada akhirnya, kita memerlukan fokus jangka panjang untuk sampai ke sana."

Ahli genetik medis kawakan, Josef Penninger, berkata padaku, "Anda perlu berpikir secara luas, karena Anda memungut cuilan-cuilan dari sana-sini dan kemudian menyusunnya menjadi suatu spesialisasi, dan kemudian semuanya akan klik." Cara ini berhasil untuk Josef ketika ia memusatkan perhatiannya pada penyembuhan osteoporosis, dan menemukan gen master yang menyebabkannya.

Belajar untuk menjadi seorang dokter memerlukan fokus yang intens, namun Sherwin Nuland, seorang profesor klinis bagian bedah di universitas Yale, berkata padaku bahwa ia memulai dengan berpikir luas: "Aku tidak segera memfokuskan diri di awal karierku. Aku berpikir secara luas. Anda ingin mempelajari semua yang bisa Anda raih. Ketika sampai saatnya aku diterima di sekolah kedokteran, aku telah mempelajari literatur dan sejarah, dan Anda akan menjadi lebhi baik ketika Anda fokus karena Anda bisa meletakkan semua hal yang telah Anda petik di depan Anda."

Salah satu pendiri Google, Larry Page, berkata padaku, "Anda harus fokus pada satu tujuan penting. Waktu yang diperlukan untuk melakukan semua ini sangatlah lama, dan Anda perlu benar-benar memusatkan pikiran Anda. Namun, Anda juga perlu benar-benar mengerti hal-hal lainnya. Di Stanford, kami membangun seluruh search engine, sehingga kami benar-benar harus mengerti semua bagian, kami harus berinteraksi dengan dunia, dan kami harus memberikan inovasi di berbagai bidang seperti bisnis, dan bukan hanya ilmu komputer, untuk membuat sistem kami berhasil."

Ya, berpikir secara luas memang penting pada waktu-waktu tertentu, tetapi jika kita melakukannya terlalu lama, energi kita akan tercurah ke berbagai arah. Kita menjadi amatir di berbagai hal, dan tidak menjadi ahli di satu bidang pun. Jadi, di beberapa titik, kita perlu mengganti persneling, menyempitkan perhatian, dan fokus pada satu bidang. Seperti halnya Don Norman, penulis Thw Way Things Work, yang mengatakan, "Pada setiap permulaan, Anda harus berpikir secara luas, tetapi Anda tidak akan pernah bisa menyelesaikan apa pun jika Anda tidak fokus."

Ketika Anda memusatkan cahaya matahari melalui kaca pembesar, terkumpulah energi yang cukup untuk menghasilkan api. Jadi, gunakanlah prinsip yang senada dalam hidup Anda sendiri. Fokuskan semua energi Anda pada satu hal, dan biarkanlah semua itu membantu Anda dalam menyalakan kesuksesan Anda.

Ketika aku berusaha untuk merencanakan sesuatu, aku berpikir secara luas. Tetapi ketika aku berusaha menyelesaikan sesuatu, aku sangat fokus. - Deborah McGuinness (senior ilmuwan peneliti, Stanford)