Membangun Jiwa Usaha Dengan Berbisnis Franchise (Waralaba)

Peluang usaha franchise (waralaba) murah ternyata tidak kalah menjanjikannya dengan usaha franchise (waralaba) yang membutuhkan investasi yang lumayan besar, sukses tidaknya sebuah bisnis tergantung serius tidaknya kita menjalankan bisnis tersebut dan sudah menjadi kebiasaan masyarakat kita menganggap sepele nilai dari sesuatu yang baik pada produk maupun hal-hal yang lainnya bahwa yang murah hanya sebagai coba-coba atau iseng saja tanpa keseriusan padahal jika dijalankan dengan sungguh-sungguh hal yang murah bisa menghasilkan sesuatu yang besar juga.

Kesungguhan menjalankan peluang usaha franchise (waralaba) murah bisa menghasilkan kesuksesan juga. Banyak juga mereka yang memulai dengan berbisnis franchise (waralaba) yang memerlukan investasi besar namun akhirnya tutup ditengah jalan karena tergantung mental dan keseiusan dalam menjalankan bisnisnya, dengan membeli bisnis franchise murah kita bisa melatih sikap dan mental kita sebagai seorang entrepreneur mengapa demikian? jika sebelumnya kita adalah seorang pekerja yang pola pikir dan sikapnya hanya menunggu pendapatan dari gaji tiap bulan atau pasif dalam mencari peluang ketika terjun sebagai pebisnis franchise (waralaba) sikap mencari peluang lebih diutamakan dan seorang entrepreneur tidak pernah puas dengan apa yang didapat.

Ketika seseorang memasuki masa pensiun atau sudah tidak lagi sebagai pekerja maka akan terasa betapa selama itu banyak waktu yang terbuang dengan sia-sia dengan menggandalkan penghasilan yang biasa saja setiap bulannya walaupun semua tergantung posisi dan jabatan yang dipegangnya, tetapi kita tidak memiliki waktu yang banyak dan hal ini yang membuat banyak dari mereka yang mencoba keberuntungan dengan memulai berpikir kemana uang yang didapat diinvestasikan atau hanya didepositokan di Bank saja, perlu anda ketahui dengan menyimpan uang dibank apakah akan terus bertambah? mungkin uang anda aman tersimpan namun tanpa anda sadari nilai uang akan semakin susut tergilas oleh inflasi yang terjadi setiap saat.

Banyak cara orang menginvestasikan uangnya mulai dari deposito di Bank, membeli emas, surat berharga atau saham, membeli properti dan juga memulai untuk berbisnis semua mempunyai kelebihan dan kekurangan, sebagai contoh mungkin cara aman adalah mendepositokan uang kita di Bank dengan mengharapkan bunga depositonya setiap bulannya yang sekian persen tetapi kita tetaplah dibebankan biaya administrasi dan sebagainya dan yang tanpa kita sadari adalah bahaya inflasi yang selalu mengancam nilai uang yang akan terus berkurang, membeli emas mungkin lebih menjanjikan tetapi perlu memiliki tempat yang aman, membeli surat berharga tentu memiliki resiko yang cukup besar dan berbisnis mungkin lebih bisa kita andalkan tetapi memulai untuk berbisnis tidaklah mudah dan cara singkat untuk memulai berbisnis adalah membeli bisnis franchise (waralaba) dan peluang usaha franchise (waralaba) murah bisa menjadi pilihan yang tepat.

Selamat berbisnis franchise (waralaba)

Menemukan Bakat Terbaik Anda

Konon di sebuah sekolah pelatihan binatang pemula, seekor anjing kecil bangga dipuji setelah mampu meloncat tinggi menangkap tulang yang dilemparkan pelatihnya. Namun, ketika dia melihat burung dapat melayang lebih tinggi dari sebuah tebing, sang anjing merasa marah dan iri. Oleh karena tidak mau kalah, sang anjing pun nekat melakukan apa yang burung itu lakukan. Sayang, is lupa akan kodratnya bahwa selamanya anjing tidak dapat terbang.

Banyak orang yang menghabiskan waktu mereka untuk memperkuat kelemahan-kelemahan dalam diri mereka. Hal ini tidaklah efektif. Bukankah sebaiknya Anda mempergunakan waktu Anda sebaik-baiknya untuk memperkuat kekuatan Anda? Ketika kita di sekolah, jika pelajaran matematika kita bagus dan bahasa Inggris kita kurang, orangtua kita cenderung "memaksa" kita untuk lebih meluangkan waktu untuk pelajaran bahasa Inggris. Hal ini tidaklah salah, namun dalam kehidupan kita setelah sekolah, kita akan lebih efektif jika meluangkan waktu dengan memperkuat kekuatan kita.

John Maxwell, seorang pakar pengembangan diri, dengan sederhana memaparkan bahwa jika dalam skala 1-10, 1 artinya Anda lemah di bidang itu dan 10 artinya Anda sempurna dan brilian di bidang Anda. Jika Anda meraih 2 di bidang terlemah Anda, dan Anda berusaha sekuat tenaga memperbaikinya sehingga mendapat nilai 4, hal ini tetap di bawah angka rata-rata. Tidak ada perusahaan atau orang yang rela membayar untuk mereka yang rata-rata. Contoh, tidak ada orang yang rela antre untuk dapat makan di restoran yang biasa-biasa saja, tidak ada orang mau antre untuk penyanyi yang biasa-biasa saja. Namun, jika nilai kekuatan Anda saat ini adalah 7 dan Anda bekerja keras menaikkannya sehingga dapat meraih 9, akan banyak perusahaan dan orang yang berbondong-bondong mencari Anda. Orang tidak akan menjadi sukses jika hanya meniru orang lain untuk mengejar sesuatu yang bukan potensi terbaiknya dan malah melupakan apa yang ada pada dirinya. Tuhan tidak mungkin menciptakan seorang manusia tanpa maksud dan potensi. Sang Pencipta memberikan kepada setiap manusia ciptaan-Nya sebuah hadiah yang dibungkus rapi.

Namun sayangnya, banyak orang yang tidak membuka hadiah yang diberikan-Nya, malahan mereka mencari hadiah "lain" di luar sana. Kesuksesan hakiki adalah menemukan potensi terbaik dalam diri kita dan mampu memaksimal-optimalkan potensi din dalam menghadapi tantangan apa pun sehingga timbul kebaikan, baik bagi diri sendiri maupun orang-orang di sekitar.

Michael Jordan cukup menjadi pebasket top untuk dibilang sukses, tanpa harus menjadi presiden. Einstein pun cukup menjadi ilmuwan untuk dibilang sukses, tanpa harus menjadi pebasket. Saya tidak pernah melupakan nasihat dari pemilik perusahaan tempat saya bekerja, ia selalu mengingatkan, "Jika Anda yang terbaik, banyak orang akan datang mencari Anda, jika saat ini tidak banyak yang mencari Anda berarti Anda belum menjadi yang terbaik. Ingatlah, untuk selalu berusaha menjadi yang terbaik dalam pekerjaan Anda."

Jangan tanyakan pada diri Anda apa yang dibutuhkan dunia; bertanyalah apa yang membuat Anda "hidup" kemudian kerjakan. Karena yang dibutuhkan dunia adalah orang yang antusias.

Belajar Mencintai Diri Sendiri

Apa pun yang Anda rasakan tentang diri Anda saat ini, berikut ini lima langkah yang dapat Anda ambil untuk lebih mencintai diri Anda sendiri dan mengembangkan harga diri dan rasa percaya diri yang Anda butuhkan untuk mencapai sebuah kualitas hidup yang luar biasa.

1) Terima Diri Anda Apa Adanya
Sebelum Anda dapat mencintai diri Anda, pertama-tama Anda harus menerima diri Anda yang unik. Terima penampilan dan tubuh fisik Anda. Terima kepribadian dan karakter unik Anda. Terima suku dan peninggalan keluarga Anda. Terima keunggulan, juga kelemahan-kelemahan Anda. Jangan mengharapkan diri Anda sempurna. Tidak ada orang yang sempurna.

2) Terima dan Beri Pujian
Belajarlah untuk menerima pujian yang diberikan orang lain kepada Anda. Banyak orang Asia merasa sulit menerima pujian karena orang Asia percaya bahwa seseorang tidak boleh menonjolkan dirinya. Di dalam budaya Asia, sangat umum di mana seseorang yang menerima pujian membalas dan berkata, "Itu bukan apa-apa" dan "Saya cuma sedang beruntung". Sesekali kita bahkan merespons pujian dengan menunjukkan kesalahan-kesalahan kita dan hal-hal mana yang tidak berjalan baik.

Pujian adalah sebuah hadiah dan kita perlu menerima mereka dengan sepenuh hati, membalas dengan kalimat, "Terima kasih" dan memperkuat pikiran di benak kita bahwa kita telah melakukan pekerjaan yang bagus dan pantas menerima pujian itu. Selain itu, berikan juga pujian yang tulus kepada orang-orang di dalam hidup Anda. Saat Anda melatih diri Anda untuk melihat dan mengutarakan kebaikan orang llain, Anda akan melakukan hal yang sama pada diri Anda sendiri.

3) Buatlah sebuah Catatan Kesuksesan
Banyak orang cenderung berfokus dan mengingatkan diri mereka pada kesalahan-kesalahan dan kegagalan-kegagalan di masa lalu. Pada saat bersamaan mereka meremehkan kelebihan-kelebihan mereka dan melupakan pencapaian yang telah mereka miliki. Ini adalah resep untuk membuat diri Anda selalu terlihat buruk. Sebuah cara yang hebat untuk membesarkan harga diri Anda adalah dengan membuat catatan kesuksesan. Tulislah sebuah daftar pencapaian dan 'keberhasilan' pribadi Anda. Ingatlah bahwa tidak ada pujian yang terlalu kecil untuk ditulis.

4) Perlakukan Diri Anda dengan Baik
Perlakukan diri Anda seperti perlakuan Anda kepada orang yang paling Anda hormati, kagumi, dan cintai. Anda tidak akan berbohong dan melanggar janji kepada teman karib, bukan? Serupa dengan itu, jangan melanggar janji kepada diri Anda sendiri.

5) Puji, Cintai, dan Semangati Diri Anda
Sebagai manusia, kita semua ingin dicintai dan dihargai. Saat kita dipuji atas prestasi-prestasi kita, itu mendorong harga diri dan kepercayaan diri kita. Hal itu memberi kita pendorong emosi yang mengarahkan kita menuju lebih banyak kesuksesan.

Jadi, mengapa kita tidak menggunakan waktu kita untuk mencintai dan memuji dir Anda sendiri?

Berpikir Luas Kemudian Fokus

Sukses berarti menyempitkan dan memusatkan perhatian kita pada satu hal, tidak tercecer-cecer di seluruh permukaan peta. Tetapi tunggu dulu! (Muncullah penyangkalan). Jangan menentukan fokus Anda terlalu cepat. Di setiap awal apa pun -- karier, cita-cita, proyek -- kita justru perlu melakukan kebalikan dari fokus. Kita perlu berpikir luas.

Itulah mengapa mereka mendirikan sekolah-sekolah, sehingga kita bisa terekspos ke berbagai mata pelajaran yang berbeda, dan menemukan apa yang memikat hati kita. Dan, percaya atau tidak, mata pelajaran-mata pelajaran yang tampaknya tidak berguna tersebut nantinya akan datang lagi untuk membantu kita memusatkan perhatian pada satu hal. Bob Rogers, pendiri BRC Imagination Arts, berkata, "Di sekolah, kebanyakan orang bertanya, 'Apa sih gunanya pelajaran ini?' tetapi nantinya, semua akan bersinambungan. Hanya dengan meninjau kembali, Anda akan menemukan bahwa setiap hal yang kita pelajari itu berguna."

Adam Bly, pendiri majalah sains SEED, mengatakan bahwa berpikir luas sering merupakan saat ketika kita menanamkan benih-benih fokus kita untuk masa depan: "Pada awalnya, Anda harus berpikir secara luas, dan kemudian, biarkan diri Anda mengembara sebentar untuk mengetahui jalan yang terbaik untuk mencapai fokus, dan pada akhirnya, kita memerlukan fokus jangka panjang untuk sampai ke sana."

Ahli genetik medis kawakan, Josef Penninger, berkata padaku, "Anda perlu berpikir secara luas, karena Anda memungut cuilan-cuilan dari sana-sini dan kemudian menyusunnya menjadi suatu spesialisasi, dan kemudian semuanya akan klik." Cara ini berhasil untuk Josef ketika ia memusatkan perhatiannya pada penyembuhan osteoporosis, dan menemukan gen master yang menyebabkannya.

Belajar untuk menjadi seorang dokter memerlukan fokus yang intens, namun Sherwin Nuland, seorang profesor klinis bagian bedah di universitas Yale, berkata padaku bahwa ia memulai dengan berpikir luas: "Aku tidak segera memfokuskan diri di awal karierku. Aku berpikir secara luas. Anda ingin mempelajari semua yang bisa Anda raih. Ketika sampai saatnya aku diterima di sekolah kedokteran, aku telah mempelajari literatur dan sejarah, dan Anda akan menjadi lebhi baik ketika Anda fokus karena Anda bisa meletakkan semua hal yang telah Anda petik di depan Anda."

Salah satu pendiri Google, Larry Page, berkata padaku, "Anda harus fokus pada satu tujuan penting. Waktu yang diperlukan untuk melakukan semua ini sangatlah lama, dan Anda perlu benar-benar memusatkan pikiran Anda. Namun, Anda juga perlu benar-benar mengerti hal-hal lainnya. Di Stanford, kami membangun seluruh search engine, sehingga kami benar-benar harus mengerti semua bagian, kami harus berinteraksi dengan dunia, dan kami harus memberikan inovasi di berbagai bidang seperti bisnis, dan bukan hanya ilmu komputer, untuk membuat sistem kami berhasil."

Ya, berpikir secara luas memang penting pada waktu-waktu tertentu, tetapi jika kita melakukannya terlalu lama, energi kita akan tercurah ke berbagai arah. Kita menjadi amatir di berbagai hal, dan tidak menjadi ahli di satu bidang pun. Jadi, di beberapa titik, kita perlu mengganti persneling, menyempitkan perhatian, dan fokus pada satu bidang. Seperti halnya Don Norman, penulis Thw Way Things Work, yang mengatakan, "Pada setiap permulaan, Anda harus berpikir secara luas, tetapi Anda tidak akan pernah bisa menyelesaikan apa pun jika Anda tidak fokus."

Ketika Anda memusatkan cahaya matahari melalui kaca pembesar, terkumpulah energi yang cukup untuk menghasilkan api. Jadi, gunakanlah prinsip yang senada dalam hidup Anda sendiri. Fokuskan semua energi Anda pada satu hal, dan biarkanlah semua itu membantu Anda dalam menyalakan kesuksesan Anda.

Ketika aku berusaha untuk merencanakan sesuatu, aku berpikir secara luas. Tetapi ketika aku berusaha menyelesaikan sesuatu, aku sangat fokus. - Deborah McGuinness (senior ilmuwan peneliti, Stanford)

Tips Memulai Bisnis Franchise (Waralaba)

Kali ini saya ingin berbagi Sedikit Tips Memulai Bisnis Franchise (Waralaba)
 Perkembangan minat masyarakat terhadap investasi dibidang bisnis, secara tidak langsung mendorong pertumbuhan franchise yang ada di Indonesia juga semakin meningkat. Beragam jenis penawaran investasi melalui kemitraan (franchise) mendapatkan respon yang cukup baik dari para calon investor. Hal ini dibuktikan dengan menjamurnya berbagai macam produk maupun jasa di pasaran yang saat ini lebih banyak ditawarkan dengan sistem franchise.

Menjalankan bisnis franchise memang sangat menggiurkan. Selain keuntungan yang dijanjikan cukup besar, peluang bisnis franchise dikembangkan dengan manajemen yang benar-benar matang. Sehingga sebagai peluang bisnis, franchise memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan bisnis non kemitraan. Beberapa keunggulan pola kemitraan diantaranya masalah permodalan yang cukup jelas, dukungan sistem dan manajemen yang sudah mantap, serta dukungan media pemasaran yang juga tak kalah menarik. Tidaklah heran bila saat ini banyak calon investor yang tertarik menjalankan bisnis franchise, karena pada dasarnya franchise menjadi salah satu alternatif bagi para pemula untuk memulai bisnis dengan mudah.
Meskipun demikian untuk bisa sukses menjalankan bisnis franchise tidaklah semudah yang kita bayangkan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan para pelaku usaha baik yang menawarkan sistem kemitraan (franchisor), calon investor, maupun franchisee (yang membeli kemitraan) sebelum mereka menjalankan usaha. Apa saja persiapan yang perlu diperhatikan? Berikut kami sampaikan tips memulai bisnis franchise, semoga dapat menambah informasi dan menjadi tambahan pengetahuan Anda sebelum terjun kedalam bisnis tersebut kedepannya.
Pertama, siapkan diri Anda untuk menjadi seorang entrepreneur. Sebelum menjadi seorang franchisor, calon investor, maupun franchisee, sebaiknya ubahlah pola pikir Anda yang sebelumnya terbiasa menjadi seorang karyawan, beralih ke mindset (pola pikir) seorang entrepreneur yang berani mengambil tantangan sebagai peluang. Siapkah Anda menjadi seorang wirausaha?
Kedua, pelajari segala peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan franchise sebelum Anda membuka kemitraan atau bergabung dengan kemitraan yang ditawarkan franchisor. Sebut saja Peraturan Pemerintah RI No.42 Tahun 2007 yang berisi tentang enam kriteria bisnis franchise atau waralaba beserta persyaratan dalam membuat prospektus penawarannya.
Ketiga, tingkatkan kemampuan Anda untuk berinteraksi dan membina hubungan baik dengan banyak orang. Menjadi seorang pengusaha menuntut Anda untuk selalu berkomunikasi dan bernegosiasi dengan berbagai pihak. Misalnya saja ketika mendelegasikan tugas kepada karyawan, membangun jaringan bisnis dengan calon investor, atau berkomunikasi langsung dengan para supplier dan konsumen.
Keempat, siapkan modal usaha yang cukup. Menjadi seorang franchisor maupun franchisee tentunya membutuhkan modal usaha yang cukup besar. Tidak hanya modal awal untuk memulai usaha saja yang perlu disiapkan, namun setidaknya Anda memiliki dana cadangan untuk mencukupi biaya operasional selama perjalanan usaha. Sebab, sebagian besar franchisor dan franchisee yang mengalami kegagalan adalah mereka yang kekurangan modal ketika berada di tengah perjalanan bisnisnya.
Kelima, jadilah orang yang ahli sebelum akhirnya menjalankan franchise. Saat ini banyak franchisor dan franchisee yang menjalankan bisnis franchise dengan sistem coba-coba, dan bisa dipastikan hasilnya pun tidak dapat optimal. Sehingga tidak sedikit jumlah franchisor dan franchisee yang akhirnya menutup usahanya, karena belum siap menghadapi segala hambatan yang muncul di tengah perjalanan usaha.
Sukses menjalankan bisnis franchise tentunya menjadi impian bagi semua franchisor maupun franchisee. Karena itu sebelum terjun di bisnis franchise, sebaiknya bekali diri Anda dengan beberapa persiapan di atas.
Sekian dulu sedikit Tips Memulai Bisnis Franchise (Waralaba) dari saya. Semoga membantu. :)

Tips Membeli Bisnis Franchise (Waralaba)

Kali ini saya ingin berbagi sedikit Tips Membeli Bisnis Franchise (Waralaba).

Berbisnis, meskipun dengan sistem waralaba tetap harus dipertimbangkan dengan baik. Sebelum Anda memutuskan membeli bisnis waralaba, sebaiknya ikuti tips yang berikut:
Datanglah ke pameran waralaba dan peluang bisnis dengan gagah berani. Jangan minder. Bertindaklah seperti seorang bos yang akan mencari mitra bisnis, karena Anda yang akan menentukan segalanya. Jika Anda memiliki lokasi usaha yang strategis dan modal, Andalah penentunya, bukan pemilik merek. Meski pemilik merek sering menggertak dengan kata-kata: ‘kita akan survey dululah, kita belum bisa menentukan sekarang, dll.
Bertanyalah sebanyak-banyaknya dalam kesempatan pameran. Panduan penting yang harus dapat Anda ketahui adalah:
§  Mengetahui profil dan karakter pemilik atau pendiri usaha tersebut.
§  Gali informasi mengenai kondisi keuangan dan bisnisnya.
§  Jika mereka bebas bertanya tentang kondisi keuangan dan modal yang Anda tanamkan dalam bisnis tersebut, Anda juga bebas bertanya kondisi perusahaan pemilik merek tersebut.
§  Kenali latar belakang perusahaan atau sang pengusaha, bonafiditas, pengalaman, potensi pasar, peta persaingan, serta keunggulan dan keunikan produk atau sistem mereka.
Dari tips komunikasi interaktif di atas, Anda dapat mengukur seberapa jauh mereka terbuka dengan  bisnis yang akan diwaralabakan. Ini penting karena Anda akan melakukan komunikasi secara intens jika sudah menjadi mitra. Semakin mereka terbuka, semakin baik. Semakin mereka misterius dan tertutup, Anda harus berhati-hati dengan orang semacam ini.
Ingat, kelak Anda harus saling bertukar informasi dengan mereka. Bayangkan dan perkirakan, Apakah Anda bisa berkomunikasi secara nyaman dengan mereka kelak jika mereka tertutup dan berusaha menutup-nutupi usaha, dimana Anda menjadi mitranya?
Jangan segan menyelidiki kondisi keuangan pewaralaba. Kinerja mereka di masa lalu dapat menjadi proyeksi bisnis anda mendatang. Pewaralaba yang baik tak akan segan membagi informasi penting ini. Waralaba yang layak pilih adalah perusahaan yang telah menghasilkan untung selama bertahun-tahun, setidaknya lebih dari 3 tahun. Tanyakan pula kinerja cabang atau gerai milik terwaralaba lama. Apakah mereka untung atau malah gulung tikar. Tak ada salahnya kalau Anda mencoba menggali informasi langsung dari terwaralaba lama yang lebih dulu beroperasi.
Sekian dulu tips membeli bisnis franchise (waralaba) dari saya. Semoga membantu. :)

Apa itu Franchise?

Franchising (pewaralabaan) pada hakekatnya adalah sebuah konsep pemasaran dalam rangka memperluas jaringan usaha secara cepat. Dengan demikian, franchising bukanlah sebuah alternatif melainkan salah satu cara yang sama kuatnya, sama strategsinya dengan cara konvensional dalam mengembangkan usaha. Bahklan sistem franchise dianggap memiliki banyak kelebihan terutama menyangkut pendanaan, SDM dan managemen, keculai kerelaan pemilik merek untuk berbagi dengan pihak lain. Franchising juga dikenal sebagai jalur distribusi yang sangat efektif untuk mendekatkan produk kepada konsumennya melalui tangan-tangan franchisee.

Di Indonesia franchise dikenal sejak era 70an ketika masuknya Shakey Pisa, KFC, Swensen dan Burger King. Perkembangannya terlihat sangat pesat dimulai sekitar 1995. Data Deperindag pada 1997 mencatat sekitar 259 perusahaan penerima waralaba di Indonesia. Setelah itu, usaha franchise mengalami kemerosotan karena terjadi krisis moneter. Para penerima waralaba asing terpaksa menutup usahanya karena nilai rupiah yang terperosok sangat dalam. Hingga 2000, franchise asing masih menunggu untuk masuk ke Indonesia. Hal itu disebabkan kondisi ekonomi dan politik yang belum stabili ditandai dengan perseteruan para elit politik. Barulah pada 2003, usaha franchise di tanah air mengalami perkembangan yang sangat pesat.

Franchise pertama kali dimulai di Amerika oleh Singer Sewing Machine Company, produsen mesin jahit Singer pada 1851. Pola itu kemudian diikuti oleh perusahaan otomotif General Motor Industry yang melakukan penjualan kendaraan bermotor dengan menunjuk distributor franchise pada tahun 1898. Selanjutnya, diikuti pula oleh perusahaan-perusahaan soft drink di Amerika sebagai saluran distribusi di AS dan negara-negara lain. Sedangkan di Inggris waralaba dirintis oleh J Lyons melalui usahanya Wimpy and Golden Egg pada dekade 60an.


Definisi:
Masing-masing negara memiliki definisi sendiri tentang waralaba. Amerika melalui International Franchise Association (IFA) mendefinisikan franchise sebagai hubungan kontraktual antara franchisor dengan franchise, dimana franchisor berkewajiban menjaga kepentingan secara kontinyu pada bidang usaha yang dijalankan oleh franchisee misalnya lewat pelatihan, di bawah merek dagang yang sama, format dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor), dimana franchisee menamankan investasi pada usaha tersebut dari sumber dananya sendiri.
Sedangkan menurut British Franchise Association sebagai garansi lisensi kontraktual oleh satu orang (franchisor) ke pihak lain (franchisee) dengan:

Mengijinkan atau meminta franchisee menjalankan usaha dalam periode tertentu pada bisnis yang menggunakan merek yang dimiliki oleh franchisor.
Mengharuskan franchisor untuk melatih kontrol secara kontinyu selama periode perjanjian.
Mengharuskan franchisor untuk menyediakan asistensi terhadap franchisee pada subjek bisnis yang dijalankan—di dalam hubungan terhadap organisasi usaha franchisee seperti training terhadap staf, merchandising, manajemen atau yang lainnya.
Meminta kepada franchise secara periodik selama masa kerjasama waralaba untuk membayarkan sejumlah fee franchisee atau royalti untuk produk atau service yang disediakan oleh franchisor kepada franchisee.


Sejumlah pakar juga ikut memberikan definisi terhadap waralaba. Campbell Black dalam bukunya Black’’s Law Dict menjelaskan franchise sebagai sebuah lisensi merek dari pemilik yang mengijinkan orang lain untuk menjual produk atau service atas nama merek tersebut.

David J.Kaufmann memberi definisi franchising sebagai sebuah sistem pemasaran dan distribusi yang dijalankan oleh institusi bisnis kecil (franchisee) yang digaransi dengan membayar sejumlah fee, hak terhadap akses pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan dibawah asistensi franchisor.

Sedangkan menurut Reitzel, Lyden, Roberts & Severance, franchise definisikan sebagai sebuah kontrak atas barang yang intangible yang dimiliki oleh seseorang (franchisor) seperti merek yang diberikan kepada orang lain (franchisee) untuk menggunakan barang (merek) tersebut pada usahanya sesuai dengan teritori yang disepakati.

Selain definisi menurut kacamata asing, di Indonesia juga berkembang definisi franchise. Salah satunya seperti yang diberikan oleh LPPM (Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen), yang mengadopsi dari terjemahan kata franchise. IPPM mengartikannya sebagai usaha yang memberikan laba atau keuntungan sangat istimewa sesuai dengan kata tersebut yang berasal dari wara yang berarti istimewa dan laba yang berarti keuntungan.

Sementara itu, menurut PP No.16/1997 waralaba diartikan sebagai perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan pihak lain tersebut, dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan atau jasa. Definisi inilah yang berlaku baku secara yuridis formal di Indonesia.